5 Perang Paling Besar Sepanjang Sejarah
1.Perang Napoleon
Kenapa perang ini menjadi salah satu yang terbesar sepajang sejarah?
Karena dampak dari perang ini buka hanya mencakup 2-3 kampung primitif
(seperti perang-perang adat di Indonesia), tapi juga berdampak besar di
Eropa saat itu.
Perang ini terjadi ketika Napoleon Bonaparte masih memegang kekuasaan
atas Perancis pada 1799 hingga 1815. Napoleon mendapatkan kemenangan
besarnya ketika berhasil menggulingkan kekuasaan pemerintah Perancis
melalui kudeta 18 Brumaire. Perombakan militer yang dilakukan Napoleon
membawa Perancis memperluas jangkauan sayap kekuasaannya hingga hampir
ke seluruh wilayah Eropa.
Tapi Perancis harus jatuh bertekuk lutut pada gabungan kekuatan
militer Inggris dan Rusia. Pada sebuah perang besar yang dikenal dengan
Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815), Napoleon dan pasukannya mengalami
kekalahan besar. Korban dalam perang ini jumlahnya tidak main-main;
sekitar 5 sampai 6 juta korban jiwa. Belum lagi korban luka-luka yang
tak terhitung jumlahnya yang sebagian diantaranya adalah rakyat sipil.
2.Perang Dunia I
Siapa yang tidak pernah dengar tentang Perang Dunia I? Bahkan buku
sejarah paling murah pun pasti membahas tentang salah satu perang
terbesar sepanjang sejarah manusia ini. Perang dunia I dimulai sejak
pertengahan tahun 1914 dan berlangsung selama 4 tahun lamanya.
Pertempuran besar dan panjang ini berlangsung antara dua blok, yaitu
blok sentral (Austria, Jerman, Turki, Bulgaria) dan blok sekutu (Rusia,
Perancis, Inggris, Kanada, Italia, Amerika Serikat).
Besarnya dampak dari perang ini tidak bisa dibanding-bandingkan
dengan dampak perang Sampit. Secara kerugian ekonomi dan korban jiwa
pada akhirnya menimbulkan depresi ekonomi berkepanjangan pada tahun
1929. Perang ini juga yang meruntuhkan sistem pemerintahan monarki
absolut di seluruh dunia.
Perang besar yang akhirnya menelan 40 juta korban jiwa ini adalah
salah satu perang terbesar sepanjang sejarah manusia, karena luasnya
dampak yang disebabkannya dan lamanya waktu yang dibutuhkan peradaban
manusia untuk pulih darinya.
3.Perang Dunia II
Kalau Anda tidak begitu banyak tahu tentang perang dunia I, wajar
saja. Tapi kalau Anda tidak pernah mendengar tentang perang dunia II,
ini baru keterlaluan. Selain karena terjadinya belum 100 tahun yang
lalu, pada perang dunia ini nama Indonesia mulai ikut eksis di kancah
peperangan dunia (walaupun cuma perang lokal).
Perang dunia II memang tidak terlihat begitu maha dahsyat dari
kacamata sejarah Indonesia. Saat negara-negara besar saling bunuh,
Indonesia saat itu memang sedang asyik santai jadi budak atau kerja
rodi. Tapi besarnya perang dunia II bukan hanya bicara soal kerugian
materi dan jumlah korban jiwa, tapi juga karena perang ini berpusat pada
seorang sosok Hitler yang berusaha kembali membangkitkan kejayaan
fasisme.
Pada awalnya perang hanya terjadi di Eropa dan Afrika saja. Tapi aksi
heroik tanpa arah pasukan Jepang yang menyerang Pearl Harbour pada 7
Desember 1941 lantas membuat Asia secara sah menjadi medan tempur juga.
Pada penghujung tahun 1944, rangkaian kekalahan Jerman mulai
terlihat. Perang dunia II berakhir pada 14 Agustus 1945 setelah
menyerahnya Jepang kepada sekutu pasca dijatuhkanya bom atom ke
Hiroshima dan Nagasaki. Tidak tanggung-tanggung, perang ini merenggut 50
juta nyawa. Dampak besar perang dunia II melahirkan PBB sebagai polisi
dunia.
4. Perang Mongol
Kekuasaan Mongol yang luas tidak diraih hanya dengan keringat saja,
tapi juga melangkahi ribuan nyawa. Kekuasaan Mongol dibawah kepemimpinan
Gengis Khan ditunjukkan melalui sebuah ekspansi kekerasan yang luar
biasa. Mulai dari menguasai Tiongkok, meluluhlantakkan Rusia,
membumi-hanguskan kekaisaran Persia, mengambil alih Hongaria dan
Polandia, serta merebut paksa Baghdad yang saat itu adalah salah satu
pilar penyebaran islam.
Kenapa ekspansi Mongol kemudian menjadi rangkaian cerita pertempuran
yang besar sepanjang sejarah? Karena untuk pertama kalinya kejahatan
menang melawan kebaikan. Konon, pasukan Gengis Khan tidak pernah merasa
cukup hanya dengan menduduki sebuah teritori. Mereka kembali mempertegas
‘kebringasan’ mereka dengan membantai kaum pria, memperbudak anak-anak
di bawah umur, dan memperkosa wanita-wanita setempat.
Kebesaran Mongol di bawah kepemimpinan Gengis Khan diraih melalui
peperangan dan pembantaian yang keji. Cerita kengerian perang Mongol
membuat mereka menjadi bangsa yang ditakuti dan berkuasa untuk waktu
yang sangat lama.
5.Perang Salib
Pertikaian antar pemeluk agama itu sudah bukan hal biasa. Tapi cerita
perang salib yang maha dahsyat adalah perang konflik agama yang
terbesar sepanjang masa, dan tidak ada yang biasa dengan itu.
Ide awal perangnya simpel saja; Dengan berkat dan restu dari Paus,
umat kristen saat itu dikirimkan untuk kembali merebut tanah suci
Yerusalem dari genggaman Islam. Tapi perangnya kemudian tidak sesimpel
itu, karena harus berlangsung dari abad ke-9 hingga abad ke-16 Masehi.
Dari kedua belah pihak masing-masing menganggap bahwa terjunnya
mereka ke perang salib adalah sebuah hal yang direstui oleh agama.
Kemudian munculah tokoh-tokoh penting dan pahlawan-pahlawan perang salib
dari kedua belah sisi. Sebut saja Salahuddin Al Ayyubi dari kelompok
muslim dan Richard “The Lion Heart” dari kelompok kristen.
Perang salib ini mempunyai pengaruh yang sangat besar, dan banyak
yang menganggap bahwa api peperangan antara kedua agama tersebut tidak
pernah benar-benar padam.
sumber: http://segiempat.com/aneh-unik/sejarah/5-perang-paling-besar-sepanjang-sejarah/
Comments
Post a Comment